SELAMA kuliah di Universias Siliwangi, Tasikmalaya, saya tidak tahu bahwa ada kajian rutin yang mengharuskan para pejabat UNSIL hadir (baca: para pejabat). Wajar saja saya tidak tahu, karena memang baru menggebrak lagi sekarang, katanya :D
Jadi ceritanya, tadi (26/4) ada kajian di masjid Al-Muhajirin UNSIL yang berlangsung dari sekitar pukul 08.40 sampai 10.00 WIB. Yang hadir itu utamanya dari para pejabat, loh. Dari mulai rektor (atau yang mewakili), dekan, para staff, sekretaris jurusan, dan orang-orang fungsional di pihak atas lembaga (disebutnya apa, ya? Itulah pokoknya), mereka berbondong-bondong memenuhi masjid. Hebat. Enggak percaya? :D Nih, buktinya...
![]() |
| Maafkan kualitas kamera hape yang tidak mendukung :” |
![]() |
| Ini kaum Hawa-nya. Di luar juga masih ada, cuman enggak ke-shoot :” |
Jenis kajian seperti ini sebenarnya pernah berlangsung secara konsisten sewaktu UNSIL masih di bawah naungan Yayasan dulu, katanya. (Kata orang terpercaya kok, insyaAllah). Nah, sekarang sedang digebrak lagi. Semoga ke depannya bisa seperti dulu. Aamiin. Oh ya, saya salut dengan para pejabat ini. Gimana enggak? Semua eksekutor acaranya itu mereka, lho! Dari mulai MC, Qori, tim konsumsi (bahkan yang oper-oper makanan kotak) semuanya dari mereka. Haha. Keren, kan? Masih sempat-sempatnya bagi-bagi jobdesk, ya :’D Alhamdulillah.
Hmm... kajian ini, kan , sebenarnya dikhususkan untuk para pejabat, ya, tapi kenapa saya bisa ada di sana? (Ohh secara, saya kan pejabat! Wk. Eh, ini saya nanya sendiri, jawab pun sendiri).
Back to the topic. Sampai mana tadi? Oh, ya. Aduh. Please deh, kalau sudah masuk masjid itu, berbagai status sudah tidak berlaku J Mau itu pejabat, mahasiswa, masyarakat, atau siapapun, semuanya sama. Samaaaaa. Jadi, itulah kenapa saya bisa ikut nimbrung dengan beberapa shohib lain dari anak-anak DKM. Weh. Tadi juga ada banyak mahasiswa lain yang ikut mendengarkan, dan dikasih jatah konsumsi :D Intinya, meskipun target dari kajian ini untuk para pejabat, bukan berati yang selain pejabat tidak boleh ikutan :’)
Next, kajiannya sendiri diisi oleh seorang Ustadz. Ada yang lucu dari ini. Bayangan saya, Ustadznya pasti Bapak-Bapak, bersorban, perawakannya tinggi bersisi, dan berjenggot, (entah kenapa mikirnya ke sana hehe), tapiiii... ternyata eh ternyata ustadznya masih muda! Umurnya (kalau bisa saya tebak) sekitar 27 tahun-an. Pertama lihat, saya seperti teringat seseorang. Sempat mikir dikit, dan doooaar!! Saya rasa mirip salah seorang mantan personil dari boyband SMASH. Masih ingat SMASH? Ingat Bisma? Nah! Mirip si Bisma itu! Tapi, ini mah versi Bisma yang rambutnya dicukur rapi dan berpeci! Haha. Astagfirullah. Pokoknya begitulah. Kebayang? :D
Isi materi yang disampaikan ustadz Bisma itu (saya tidak tahu namanya siapa, jadi sebut saja begitu he) tentang bersyukur (Eh, bukannya tentang Isra’ Mir’raj, ya? Kok, bersyukur? Saya juga bingung) Tapi, apapun materinya, minumnya tetap teh botol sosro! :D (Hish bercanda mulu.) Oke, serius. Jadi, inti materinya itu semakin banyak kita bersyukur, maka semakin Allah tambahkan nikmat kepada kita. Contoh bersyukurnya itu kita ucapkan doa-doa seperti doa setelah makan, bangun tidur, dan keluar dari kamar mandi. Doa seperti ini kadang sering terlupa. Hal kecil. Tapi, membawa dampak berupa keberkahan yang besar. Bayangkan, kalau makanan-makanan yang kita makan tidak masuk perut, malah masuk jempol, atau tidak pada ranahnya, gimana? Kita patut bersyukur karena Allah lancarkan kita ketika memperoleh makanannya, mengunyahnya, menelan dan memberi nutsisi pada tubuh. Aman. Jadi, ada alasan untuk tidak berdoa? Orang tak bersyukur namanya. Terus, pada saat bangun tidur. Kalau pas bangun tidur itu ruh kita tidak kembali lagi kepada jasad, gimana jadinya? Meninggal, kan? Maka, berdoalah karena Allah masih beri kita kesempatan untuk terus hidup agar kita bisa mentaubati dosa-dosa kita. Jadi, ada alasan untuk tidak berdoa? Terakhir, kenapa kita harus baca doa setelah keluar dari kamar mandi? Gimana jadinya kalau kita terpeleset? Terbentur ujung bak mandi atau musibah lainnya. Kan, bahaya ih. Naudzubillah. Jadi, bersyukurlah karena Allah selamatkan kita setiap detiknya sampai kita bisa sehat seperti sekarang ini. Jadi, ada alasan untuk tidak berdoa? Nah, pertanyaannya, hapalkah kita dengan doa sesudah makan, doa bangun tidur dan doa keluar kamar mandi? Mari renungkan. Renungkan masing-masing maksudnya :”
Apa lagi, ya? Hmm.. materi yang saya ingat segitu, sih. Hehe. Oke, saya juga mau bahas hal lain sedikit.
Mengingat banyaknya yang hadir dari para pejabat UNSIL yang bahkan sampai rela PERPUSTAKAAN PUSAT ditutup demi menghadiri kajian ini. (Serius lho, ditutup) Ya, mengingat sebegitu niatnya pihak lembaga untuk mengadakan kajian bulanan ini, bikin getar hati. Maksudnya, mereka saja sangat peduli tentang upgrade ruhiyah, ini menunjukkan bahwa mengingatkan sesama itu tak lekang oleh waktu (nyanyi). Bikin sadar juga bahwa jangan sampai pemuda, (termasuk saya, karena saya masih sangat muda. Hih) harus semangat kalau ada kajian. “Berangkatlah kalian baik dalam keadaan ringan maupun berat.” Karena, sekarang itu kajian ada di mana-mana, pokoknya ilmu bertebaran bahkan ada di genggaman tangan (gadget). Mengingat seperti ini, adem rasanya. Ketika para pejabat dan orang-orang yang ada di UNSIL satu jalan begini, berbarengan untuk sama-sama berlomba dalam kebaikan, madani kah UNSIL? J Yuk, mari terus menuju UNSIL yang MADANI! (Madani adalah berhubungan dengan hal yang menjunjung tinggi nilai, norma, hukum yg ditopang oleh penguasaan IMAN, ilmu, dan teknologi yg berperadaban).
Itu, sih, yang mau saya bagi di posting-an ini. semoga bermanfaat, ya! Semua kebenaran isi tulisan ini datang dari Allah, sementara kesalahan mutlak milik saya pribadi.
Oh ya, saya menulis ini tidak terlalu pakai otak (waduh). Maksudnya, hanya pelibatan suasana hati yang kordinasi dengan tangan begitu saja. Menurut saya, ini adalah kondisi bagus di mana saya benar-benar menulis dengan cara sendiri.
Tasikmalaya, 26 April 2017
-AR-


0 komentar:
Posting Komentar