Kamis, 04 Februari 2016

No Escape

Ini curhatanku yang aku simpan di folder...
Apa yang ada di pikiranmu nanti ketika selesai membacanya? Happy reading!



INI pertama kalinya aku menulissetelah lulus SMA. Sudah sekitar empat bulan aku seolah lenyap dari peradaban kepenulisan yang aku bangun sendiri. Tidak terpikirkan bagaimana gelapnya istana-istana yang dulu sempat aku terangi. Cerita-cerita di dalamnya kini mati tak berbekas. Tak ada peninggalan yang bisa aku selamatkan.
Perasaanku bertemu alat tulis ini, aku merasa ingin melanjutkan apa-apa yang sudah aku mulai. Tapi, rasanya sulit. Tidak ada ide. Aku hanya membaca ulang draf naskah-naskahku yang berceceran dengan ending tak terselesaikan.
Perasaanku melihat kertas elektronik putih, rasanya buntu. Aku tidak tahu apa yang harus aku tulis. Tentang apa, aku benar-benar tidak tahu. Dulu, aku memenuhi cerita-cerita di istanaku dengan satu ide yang tidak mengkhawatirkan ending.
Kali ini ketika aku ingin memulai, aku perlu berpikir berkali-kali agar isi yang aku tulis benar-benar layak untuk ditulis. Bukan melulu tentang manusia yang saling menyukai seperti kebanyakan cerita yang ada di istana ini, melainkan aku ingin membuat gebrakan. Gebrakan yang bisa menyadarkan diriku sendiri, tentang apa yang harus dicapai. Tentang apa yang sebenarnya Tuhan harapkan di waktu yang sedang aku atau orang-orang seusiaku jalani. Tapi, apa? Pengalamanku belum ada apa-apanya.
Ah, aku lelah... Aku sering memulai tulisan, tapi aku juga tak jarang mengabaikan apa yang sudah aku mulai. Rasanya sulit menyelesaikan satu cerita itu. Ketika berada di awal konflik, aku tidak tahu skenario apa yang akan aku beri untuk menghidupkan istana-istanaku. Selalu begitu... aku terlalu takut ceritaku akan membosankan. Ketika menulis aku selalu mengkhawatirkan ceritaku seru atau tidak. Yah..
Sebetulnya aku tidak tahu apa yang aku tulis ini. Aku sendiri merasa apa yang aku bicarakan ngaler-ngidul. Aku lelahhhh... apa sih masalahnya? Aku tidak tahu, aku tidak tahu.. aku selalu lemah untuk menyelesaikan apa yang aku mulai. Bah! Buntu. Tidak ada ide.
Nah, seperti yang aku tulis ini, aku tidak tahu apa yang harus aku selesaikan di tulisan ini. Kaku. Tulisanku dingin. Aku ingin tulisanku hidup. Aku ingin tulisanku hiduuup. Ayolah tulisan, bantu aku!!!
Baiklah. Sepertinya aku butuh pengalaman baru di kehidupan nyataku. Untuk sekarang aku selesai dengan tulisan ini. Aku... butuh “nutrisi.” Do you get my point?
 Tasikmalaya, 29 September 2015
Fitri Rahayu



This entry was posted in

0 komentar:

Posting Komentar