Apa yang ada di pikiranmu nanti ketika selesai membacanya? Happy reading!
INI
pertama kalinya aku menulissetelah lulus SMA. Sudah sekitar empat bulan aku
seolah lenyap dari peradaban kepenulisan yang aku bangun sendiri. Tidak
terpikirkan bagaimana gelapnya istana-istana yang dulu sempat aku terangi.
Cerita-cerita di dalamnya kini mati tak berbekas. Tak ada peninggalan yang bisa
aku selamatkan.
Perasaanku bertemu alat tulis ini, aku merasa ingin
melanjutkan apa-apa yang sudah aku mulai. Tapi, rasanya sulit. Tidak ada ide.
Aku hanya membaca ulang draf naskah-naskahku yang berceceran dengan ending tak terselesaikan.
Perasaanku melihat kertas elektronik putih, rasanya
buntu. Aku tidak tahu apa yang harus aku tulis. Tentang apa, aku benar-benar
tidak tahu. Dulu, aku memenuhi cerita-cerita di istanaku dengan satu ide yang tidak
mengkhawatirkan ending.
Kali ini ketika aku ingin memulai, aku perlu berpikir
berkali-kali agar isi yang aku tulis benar-benar layak untuk ditulis. Bukan melulu
tentang manusia yang saling menyukai seperti kebanyakan cerita yang ada di
istana ini, melainkan aku ingin membuat gebrakan. Gebrakan yang bisa
menyadarkan diriku sendiri, tentang apa yang harus dicapai. Tentang apa yang sebenarnya
Tuhan harapkan di waktu yang sedang aku atau orang-orang seusiaku jalani. Tapi,
apa? Pengalamanku belum ada apa-apanya.
Ah, aku lelah... Aku sering memulai tulisan, tapi aku
juga tak jarang mengabaikan apa yang sudah aku mulai. Rasanya sulit
menyelesaikan satu cerita itu. Ketika berada di awal konflik, aku tidak tahu
skenario apa yang akan aku beri untuk menghidupkan istana-istanaku. Selalu
begitu... aku terlalu takut ceritaku akan membosankan. Ketika menulis aku
selalu mengkhawatirkan ceritaku seru atau tidak. Yah..
Sebetulnya aku tidak tahu apa yang aku tulis ini. Aku
sendiri merasa apa yang aku bicarakan ngaler-ngidul. Aku lelahhhh... apa sih
masalahnya? Aku tidak tahu, aku tidak tahu.. aku selalu lemah untuk
menyelesaikan apa yang aku mulai. Bah! Buntu. Tidak ada ide.
Nah, seperti yang aku tulis ini, aku tidak tahu apa yang
harus aku selesaikan di tulisan ini. Kaku. Tulisanku dingin. Aku ingin
tulisanku hidup. Aku ingin tulisanku hiduuup. Ayolah tulisan, bantu aku!!!
Baiklah. Sepertinya aku butuh pengalaman baru di kehidupan
nyataku. Untuk sekarang aku selesai dengan tulisan ini. Aku... butuh “nutrisi.”
Do you get my point?
Tasikmalaya, 29
September 2015
Fitri Rahayu
0 komentar:
Posting Komentar