Sudah
tidak ada rasanya menghabiskan waktu hanya seorang diri. Tidak dengan Mama,
Bapak, teman. Melainkan aku, hanya aku. Ke mana-mana sendiri, mengambil
keputusan sendiri, dunia ini menjadi terlalu luas ketika kuarungi sendirian.
Sebenarnya,
bukan berarti aku ini seperti seseorang yang diam dipojokkan kelas, atau
seperti seseorang yang terus menunduk dengan wajah penuh belas kasihan, bukan.
Bukan begituuuuu. Aku juga bukan seseorang yang tidak memiliki teman, atau
seperti seseorang yang mengurung diri di kamar dan baru akan keluar esok
paginya, bukan. -_- Please, deh. Maksudku adalah... mm, bagaimana mengatakannya,
ya? Pokoknya aku merasa sendiri di kala ramai, tapi bukan berarti aku merasa
ramai ketika sendiri—itu sih lebih
cocok disebut orang gila! Hehe—Kau tahu
maksudku, kan? Begitulah kira-kira.
Dulu,
ada Mama dan Bapak yang membantu mengatasi permasalahan-permasalahanku yang
super duper sepele. Sekarang? Mereka jauh dari jangkauan. Adapun media
elektronik yang menghubungkanku dengan mereka, tidak selamanya seperti dulu. Rasanya
berbeda. Lagipula, aku harus belajar bijak memutuskan suatu perkara.
Teman?
Banyak! Tidak usah khawatir! J Tapi masalahnya adalah kami sibuk ketika bertemu, tugas-tugas dan seabreg persoalan
yang isinya kepentingan bersama, lebih layak untuk diselesaikan ketimbang
urusan pribadi.
Kau tahu,
sebagai seorang remaja normal, tentu aku merasa ada yang janggal. Ingin kucurahkan
semua kisah yang kualami tentang jalanan yang kulewati, aroma yang kuhirup, dan
hal sepele lainnya—ah, sesepelenya kisahku,
tetap membuat hati gusar setengah mati.
Menurut
kepribadian, aku ini masuk ke tipe melankolis. Sesuailah dengan karakterku yang
mudah baper. Menyebalkan -_-
Bagaimana
rasanya? Orang melankolis sepertiku mengatasi hal-hal yang kusebutkan di atas? Bagaimana?
Maka,
inilah yang kulakukan; menulis. Setidaknya aktivitas ini membuat perasaan
meringan. Setelahnya, kuyakinkan diri sendiri bahwa sebenarnya aku tidak
sendiri. Sejatinya ada Dzat yang selalu menemaniku, bukan? Harus terus
kusadarkan diri bahwa aku punya Allah swt.
Mungkin
kau juga, sedang merasa sendiri?
Aku harap
keluhan yang kurasakan tidak menimpa dirimu J
Tasikmalaya, 17 Juni
2016
Fitri Rahayu
0 komentar:
Posting Komentar