Senin, 30 Mei 2016

Nasib SBMPTN-ku (Second Part)

PART 2 : New Journey
Pertama-tama dan paling utama aku ingin ucapkan alhamdulillahi rabbil’alamin karena hari ini sudah tanggal 28 Juli. Dan itu artinya tanggal 9 Juli─hari pengumuman SBMPTN─sudah lewat. Haaaa.... Akan aku beritahu apa yang terjadi di tanggal itu.
            Oh ya, sudah hampir dua minggu lalu bulan Ramadhan telah usai di tahun 2015 Masehi. Sedih rasanya meninggalkan bulan yang penuh rahmat itu. Hari Raya Idul Fitri 1436 di tahun Hijriah juga sudah dirayakan. Taqabalallahu minna wa minkum (Semoga Allah menerima amalmu dan amalku), aamiin.
Nah tanggal 9 Juli itu lagi bulan Ramadhan, kan, jadi di jam lima sore sambil menunggu halaman web connect, aku membantu mama menyiapkan hidangan buka puasa. Aku juga dibantu Bapak membuka halaman web karena beberapa kali servernya down, secara banyak yang sedang mengunjungi situs tersebut, se-Indonesia hasil SBMPTN diumumkan serentak. Setelah beberapa saat untuk waktu yang lumayan lama, akhirnya halaman web terhubung, aku memasukkan nomor peserta SBM-ku dan tanggal lahir, akhirnya tak lama kemudian munculah halaman web yang isinya seperti ini:


AKU LOLOSSSS!! Girang betul rasanya. Alhamdulillah, syukron ya Allah. Aku, mama, bapak dan adikku menyambut penuh haru tatkala tahu aku dinyatakan lolos. Rasanya seperti mimpi. Yang akhirnya mimpi menjadi kenyataaaaan. Wah aku senang berkali-kali lipat.
            Kilat-kilat dari sorot kedua mata mama terlihat bahagia betul. Bapak tersenyum haru. Senang meilhat putrinya bisa melanjutkan pendidikan tinggi negeri.
           
This new jorney takes me to the first step for the real life.

SEKARANG, aku jalan semester dua. 


Teman-teman, di mana pun kita menuntut ilmu, melanjutkan cita-cita, semuanya sama. Hanya saja yg membedakan adalah diri kita sendiri, cara kita menyikapi pembelajaran. Tidak percaya? Coba ingat wkt kamu masuk SMA. Mungkin ada yg bersekolah di SMA yg diinginkan, ada juga yg tidak. Hasilnya? Sama-sama bertujuan ke tempat yg sama, kan? Kampus. Perkuliahan. Memang, sih, byk yg bilang bahwa akreditasi sekolah itu berpengaruh. Ya, berpengaruh. Tapi, hei, syukuri saja, terima saja, jika Allah berkehendak, semuanya akan sesuai dengan cita-citamu. Kalau tidak sesuai, mungkin Allah sedang membelokkan cita-citamu yg barangkali keliru :) Bukankah Allah Maha Mengetahui? Sabar dan salat. Kuncinya hanya itu. Seperti kata2 yg kudapat; Kuliah, niatin dengan ibadah, nggk usah byk tingkah. Semangat! Selamat berjuang untuk besok, 31 Mei 2016. 
Semoga bermanfaat.

Wassalamu'alaikum.

Tasikmalaya, 30 Mei 2016
Fitri Rahayu






0 komentar:

Posting Komentar