Minggu, 23 Oktober 2016

One of My Beloved Shohiby

Bismillah...

BAK petir di siang bolong, aku berkali-kali lipat dibuat kaget mendengar berita shohiby yang satu ini. Bukan badan menjadi gosong atau rambut-rambut berdiri akibat sengatan listrik tingkat tinggi itu, tapi aku malah ingin tertawa haru, menangis dan berteriak bahagia. Kau, dijemput cinta lebih awalkata ARDoleh seseorang yang ingin meminta separuh agamamu.

Tanggal tinggal dihitung jari. Aku bertanya-tanya, bagaimana setiap detik yang kau lalui menjelang hari itu? Aku harap agar Allah selalu mendengar doa-doamu dan mengijabahnya dengan penuh keberkahan.

Mengingat hari bersejarah itu, aku teringat pesan Rasulullah. “Sebaik-baik wanita adalah yang ringan maharnya.”

Mahar.

Shohiby, ingatkah bahwa kau pernah bilang sesuatu pada SI, pada kami, tentang itu?

Entah serius atau bercanda, tapi kau bilang,

“Jika menikah nanti, aku ingin maharku kain kafan.”

Sungguh kaget bukan main. Seram. Aku ingin menjitak kepalamu waktu itu. Serius. Bagaimana bisa kau meminta kain kafan sebagai mahar pernikahanmu? Tapi, dengan sederhana kau menjelaskan, dengan pelan-pelan kau membuat kami paham esensi mahar itu sendiri. (Bayangkan, kau berbicara tentang mahar sewaktu kita masih SMA. Haha) 

“Aku memilih kain kafan untuk kubawa meninggal nanti. Bukankah kita memang tidak akan membawa apa-apa kecuali yang tiga perkara itu? Aku ingin suamiku memberi sesuatu yang benar-benar berarti.” katamu.

Tertegun. Benar juga. Tapi, apakah aturan membolehkan itu? Aku belum tahu. Meskipun demikian, kau memang memandang sesuatu dengan sudut pandang yang tak bisa kutebak. Psikolog, kataku.

Ah, selama nyaris 4 tahun kita menjalin ukhuwah, aku semakin yakin pada kedewasaanmu, pada pikiran-pikiran cemerlangmu, semakin yakin bahwa kau memang sudah siap. Kau benar-benar seorang muslimah cerdas. Dan laki-laki sholeh yang menginginkan separuh agamamu itu memang sejantan Ali. Masya Allah. Semoga kelak lahir Siti Sarah Nurhalimah selanjutnya yang dipenuhi kelembutan (tapi tidak memukul dengan kekuatan Samson sepertimu). Haha.


Barakallah. Sampai bertemu di tanggal itu. Sampai bertemuuuu!!!



Tasikmalaya, 23 Oktober 2016

-RF- 


0 komentar:

Posting Komentar